Pengertian Peer to Peer dan Tujuan, Kelebihan & Kekurangan Pada Jaringan

pengertian peer to peer
Source www.njordlaw.com

Model jaringan peer to peer (P2P) saat ini banyak sekali digunakan di berbagai layanan dan aplikasi jaringan komputer, terutama internet. Lalu apa pengertian peer to peer (P2P) di dalam jaringan komputer, dengan berkembangnya teknologi seperti sekarang.

Pengertian Peer to Peer (P2P)

Peer to peer (P2P) merupakan sebuah paradigma atau pemodelan jaringan di mana setiap peer (sebutan untuk setiap komputer) yang mampu terhubung dan ikut serta berkontribusi di dalam penyediaan layanan dan pertukaran data. Pada pemodelan jaringan peer to peer (P2P) tidak menyediakan adanya komputer client dan server.

Semua komputer yang ada di dalam pemodelan jaringan peer to peer (P2P) bisa disebut server sekaligus client (saling memberi dan menerima). Semua peer (komputer) dapat melakukan sharing data maupun informasi ke semua peer (komputer) yang ada, maka dapat dikatakan juga bahwa pemodelan jaringan P2P ini meminimalisir ketergantungan terhadap sebuah komputer server.

peer to peer (P2P) mempunyai sifat selaras atau simetris (symmetrical), yaitu semua node (peer atau komputer) pada jaringan P2P ini memiliki kemampuan (capability) dan respon (responsibility) yang sama. Sehingg akan memudahkan di dalam saling bertukar dan melayani data, informasi dan file satu sama lain.

Baca juga: Pengertian, Sejarah, Cara Kerja dan Fungsi HTTP

Baca juga: Pengertian Client Server beserta Sejarah, Kelebihan & Kekurangan

Sejarah Peer to Peer (P2P)

Peer to peer (P2P) mulai dipakai sekitar tahun 2000, beberapa fenomena yang menunjukan hal tersebut antara lain sebagai berikut:

  • Makin banyaknya perangkat komputer yang terhubung ke dalam jaringan komputer.
  • Semakin banyak pengguna ke dalam jaringan dan melakukan interaksi satu sama lain, salah satunya pertukaran file.
  • Dengan makin banyaknya pertukaran file multimedia melalui jaringan client server (download dan upload), maka diciptakanlah pemodelan teknologi peer to peer (P2P), di mana setiap pengguna dapat turut andil menjadi server sekaligus client.

Beberapa buah aplikasi yang ikut mendukung munculnya pemodelan peer to peer (P2P) yaitu salah satunya Napster, yang merupakan jaringan jasa penyedia musik yang asalnya merupakan jasa file sharing yang didirikan oleh seorang bernama Shawn Fanning.

Tujuan Peer to Peer (P2P)

Penghematan Biaya

Dibandingan dengan jaringan pemodelan client server,  yang mana membutuhkan biaya dan konsumsi daya yang relatif lebih besar untuk komputer server, maka konsep peer to peer (P2P) semua biaya dan sumber daya yang disebarkan ke semua peer yang terhubung pada jaringan tersebut.

Interoperability

Peer to peer (P2P) membantu di dalam melakukan pengumpulan beragam sumber daya (resource), baik perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software). Hal ini diharapkan mampu memnciptakan suatu kondisi yang disebut dengan interoperability (interopabilitas), yaitu merupakan suatu kemampuan dari beragam sumber daya (hardware dan software) yang bersatu dan bekerja sama untuk melakukan satu atau beberapa buah tugas (operasi).

Baca juga: Pengertian TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) Dalam Jaringan Komputer

Meningkatkan Kemampuan

Dalam hal keunggulan (reliability) dan kemampuan untuk diperbesar dan diperkecil sesuai keperluan (scalability).

Bersifat Dinamis

Peer to peer (P2P) bersifat dinamis, yang memungkinkan kita untuk dapat menciptakan sebuah jaringan secara instan sesuai keperluan dan sekaligus memutuskan koneksi setelah tidak diperlukan lagi.

Privasi

Pemodelan jaringan peer to peer (P2P) diharapkan agar privasi para pengguna jaringan komputer dapat relatif lebih baik dan terjaga, melalui kemampuan untuk menyediakan dan saling berbagi (tidak terpusan pada sebuah server). Data dapat disimpan pada jaringan atau di masing-masing peer.

Kelebihan & Kekurangan

Kelebihan

  • Kemudahan dalam penyediaan jaringan komputer secara cepat.
  • Kemudahan di dalam menyediakan layanan.
  • Kemudahan di dalam melakukan konfigurasi sistem pada jaringan komputer.
  • Tidak memerlukan server dan aplikasi berbasis server skala besar.
  • Tidak memerlukan administrator.
  • Lebih andal (reliable) di dalam jaringan komputer.
  • Biaya relatid lebih murah.

Kekurangan

  • Celah kemanan relatif lebih tinggi dibandingkan dengan pemodelan client server.
  • Permasalahan pada proses back up data dan penyimpanan data yang tidak terpusat.
  • Permasalahan pada sumber data (resource) yang tersebar.
  • Tidak cocok jika diterapkan pada jaringan komputer skala besar.

Baca juga: Apa Yang Dimaksud Dengan Ping Pada Jaringan?

About hadewax 29 Articles
Hello, kenalin nama saya Rivaldi Rohman Handaka, lahir di kota Bandung. Saya sangat menyukai dunia Computer Networking, dan semoga apa yang saya share di Blog ini dapat bermanfaat bagi temen-temen. Keep Sharing for Technology

1 Trackback / Pingback

  1. Pengertian Client Server beserta Sejarah, Kelebihan & Kekurangan - Hadewa

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*